saadah

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Strategi Belajar Mengajar Metode Ceramah





MAKALAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
METODE CERAMAH



Hasil gambar untuk COVER STKIP SINTANG



DISUSUN OLEH:

NAMA        : SAADAH
NIM            : 1607061302
KELAS       : D7
DOSEN P.  : DWI CAHYADI WIBOWO, M.PD
PRODI       : PGSD      



SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSADA KHATULISTIWA
SINTANG
2017/2018



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................  i

Daftar Isi..................................................................................................................  ii

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2 Rumus Masalah................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................  2
2.1 Apa Pengertian Metode Ceramah.......................................................................  2
2.2 Apa Kelebihan dan Kekurangan Metode Ceramah..............................................  3
2.3 Bagaimana Pelaksanaan Metode Ceramah........................................................... 4

BAB III PENUTUP.................................................................................................. 7
Kesimpulan............................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 8


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Agar tujuan dalam prosesbelajar mengajar dapat tercapai secara efektif dan efisien kemampuan seorang pendidik dalam menguasai materi saja tidaklah mencukupi. Disamping penguasaan materi, seorang pendidik juga harus memiliki kemampuan untuk mengelolah proses belajar mengajar dengan baik, yaitu melalui berbagai teknik atau metode penyampaian materi yang terdapat dalam proses belajar mengajar sesuai dengan materi yang diajarkan dan kemampuan anak didik yang menerima materi.
Sebagaimana kita tahu, bahwa metode mengajar merupakan sasaran interaksi antara guru dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, yang perlu diperhatikan adalah ketepatan sebuah metode mengajar yang dipilih dengan tujuan, jenis dan sifat materi pelajaran, serta kemampuan guru dalam memahami dan melaksanakan metode tersebut. Guru hendaknya cermat dalam milih dan menggunakan metode mengajar terutama yang banyak melibatkan siswa secara aktif. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek. Oleh karenanya, maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan bahwa suatu metode belajar mengajar tertentu lebih unggul dari pada metode belajar mengajar yang lain dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Metode Ceramah?
2.      Apa Kelebihan dan Kekurangan Metode Ceramah?
3.      Bagaimana Pelaksanaan Metode Ceramah?   



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Metode Ceramah
            Istilah metode berasal dari dua kata yaitu mata dan hodos. Mata berarti “Melalui” dan hodos berarti “Cara”. Dengan demikian, metode dapat berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa Metode adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin tersebut.
            Ceramah merupakan salah satu metode mengajar yang paling banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode ceramah ini dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara langsung atau dengan cara lisan. Penggunaan metode ini sifatnya sangat praktis dan efisien bagi pemberian pengajaran dan bahannya banyak dan mempunyai banyak peserta didik. Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidik, oleh karena itu metode ini boleh dikatakan sebagai metode pengajaran tradisional karena sejak dulu metode ini digunakan sebagai alat komunikasi guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Metode ini sejak dulu digunakan dalam mengembangkan dan mendakwakan agama Islam baik Nabi Muhammad SAW maupun para sahabat-sahabatnya.
            Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang pengertian metode ceramah, dapat kita lihat beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu:
*Menurut Suryono
            Metode ceramah adalah penuturan atau penjelasan guru secara lisan, dimana dalam pelaksanaanya guru dapat menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada murid-muridnya.
*Menurut Roestiyah N.K
            Metode ceramah adalah suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.
*Menurut Team Didaktik Metodik
            Metode ceramah adalah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas.

2.2. Kelebihan & Kekurangan Metode Ceramah dalam Pembelajar
** Kelebihan Metode Ceramah
1. dapat menampung kelas besar, tiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan, dan karenanya biaya yang diperlukan menjadi relatif lebih murah.
2. konsep yang disajikan secara hirarki akan memberikan fasilitas belajar kepada siswa.
3. guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting hingga waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin.
4. kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat pelaksananya pelajaran dengan ceramah.

** Kekurangan Metode Ceramah
1.        Pelajaran berjalan membosankan dan siswa-siswa menjadi pasif, karena tidak berkesempatan untuk menemukan sendiri oleh konsep yang diajarkan. Siswa hanya aktif membuat catatan saja.
2.        Kepadatan konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat siswa tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
3.        Pengetahuan yang diperoleh melalui ceramah lebih cepat terlupakan.
4.        Ceramah menyebabkan belajar siswa menjadi “Belajar Menghafal” yang tidak mengakibatkan timbulnya pengertian.

            Salah satu peran penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru atau pendidik tugas guru adalah melihat apakah berbagai pengaruh yang ada disekeliling siswa telah dipilih dan diatur agar dapat mendorong timbulnya minat belajar dikalangan anak didik. Untuk bidang studi matematika, guru diminta agar tidak mendominasi kelas dan pengajaran supaya berpusat kepada anak atau siswa.
Sebenarnya dalam penggunaan metode ceramah pada proses belajar mengajar adalah metodeyang sangat baik, dengan memperhatikan isyarat yang dikemukakan oleh Iman Al Gazali dalam M. Athiyah Al Abrasyi Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam.
            Seorang guru membatasi dirinya dalam berbicara dengan anak-anak sesuai dengan daya pengertiannya, jangan diberikan kepadanya sesuatu yang tidak dapat ditangkap oleh akalnya karena akibatnya ia akan lari dari pelajaran atau akalnya memberontak terhadapnya.

            Isyarat tersebut di atas harus diperhatikan oleh seorang guru didalam memberikan pelajaran, karena ketika guru memberikan pelajaran yang tidak sesuai dengan materi pelajaran yang diterimanya atau tingkat kecerdasannya maka akan sangat fatal akibatnya anak bahkan akan menimbulkan trauma bagi anak. Olehnya itu didalam menyajikan suatu pelajaran bagi guru hendaknya sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan dan sesuai dengan tingkat pola pikir anak didik.

2.3. Pelaksanaan Metode Ceramah
            Penerapan metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan tidak asing lagi dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan. Cara ini kadang membosankan, maka dalam pelaksanaannya memerlukan keterampilan tertentu, agar penyajiannya tidak membosankan dan dapat menarik perhatian siswa. Namun kita masih mengakui bahwa metode ceramah ini tetap penting dengan tujuan, agar siswa mendapatkan informasi tentang suatu pokok atau persoalan tertentu.
·         Bahan pelajaran yang akan disampaikan cukup banyak sementara waktu yang tersedia sangat terbatas.
·         Guru seorang pembicara yang baik yang memikat serta antusias.
·         Guru akan merangkum pokok penting pelajaran yang telah dipelajari, sehingga siswa diharapkan bisa memahami dan mengerti secara menyeluruh.
·         Guru memperkenalkan pokok pelajaran yang baru dan menghubungkannya terhadap pelajaran yang telah lalu (Asosiasi).
·         Jumlah siswa terlalu banyak sehingga bahan pelajaran sulit disampaikan melalui metode ini.

*  Langkah-langkah metode ceramah        
Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan metode ceramah adalah sebagai berikut:
a.Langkah Persiapan
Persiapan yang dimaksud disini adalah menjelaskan kepada siswa tentang tujuan pelajaran dan pokokpokok masalah yang akan dibahas dalam pelajaran tersebut. Disamping itu, guru memperbanyakbahan appersepsi untuk membantu mereka memahami pelajaran yang akan disajikan .
b.  Langkah Penyajian
Pada tahap ini guru menyajikan bahan yang berkenaan dengan pokok-pokok masalah.
c. Langkah Generalisasi
Dalam hal ini unsur yang sama dan berlainan dihimpun untuk mendapat kesimpulan-kesimpulan mengenai pokok-pokok masalah.
d. Langkah Aplikasi Penggunan
Pada langkah ini kesimpulan yang diperoleh digunakan dalam berbagai situasi sehingga nyata makna kesimpulan itu. Namun perlu diketahui juga bahwa untuk menggunakan metode ceramah secara murni itu sukar, maka dalam pelaksanaanya perlu menaruh perhatian untuk mengkombinasikan dengan teknik-teknik penyajian lain sehingga proses belajar mengajar yang dilaksanakan dapat berlangsung dengan intensif.

 * Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan oleh Guru dalam Menerapkan Metode Ceramah
Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah metode ceramah paling populer dikalangan para pendidik. Sebelum metode lain yang dipakai untuk mengajar, metode ceramah yang paling dulu digunakan, hanya bagaimana menggunakan metode ceramah yang efektif dan efisien. Oleh karena itu disarankan agar para pendidik dapat mengikuti langkah-langkah penggunaan metode ceramah di bawah ini:
1. Melakukan pendahuluan sebelum bahan baru diberikan dengan cara sebagai berikut:
a) Menjelaskan tujuan lebih dulu kepada peserta didik dengan maksud agar peserta didik mengetahui arah kegiatannya dalam belajar, bahkan tujuan itu dapat membangkitkan motivasi belajar jika bertalian dengan kebutuhan mereka.
b) Setelah itu baru dikemukakan pokok-pokok materi yang akan dibahas. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik melihat luasnya bahan pelajaran yang akan dipelajarinya.
c) Memancing pengalaman peserta didik yang cocok dengan materi yang akan dipelajarinya. Caranya ialah dengan pertanyaan-pertanyaan yang menarik perhatian mereka.

2. Menyajikan bahan baru dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:
a) Perhatian peserta didik dari awal sampai akhir pelajaran harus tetap terpelihara. Semangat mengajar memberi bantuan sepenuhnya dalam memelihara perhatian peserta didik kepada pelajarannya.
b) Menyajikan pelajaran secara sistematis, tidak berbelit-belit dan tidak meloncat-loncat.
c) Kegiatan belajar mengajar diciptakan secara variatif, jangan membiarkan peserta didik hanya duduk dan mendengarkan, tetapi berilah kesempatan untuk berpikir dan berbuat. Misalnya pelatihan mengerjakan tugas, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, atau melihat peragaan.
d) Memberi ulangan pelajaran kepada response, jawaban yang salah dan benar perlu ditanggapi sebaik-baiknya.
e) Membangkitkan motivasi belajar secara terus menerus selama perjalanan berlangsung. Motivasi belajar akan selalu tumbuh jika sesuatu belajar menyenangkan.
f) Menggunakan media pelajaran yang variatif, yang sesuai dengan tujuan pelajaran.

3. Menutup pelajaran pada akhir pelajaran. Kegiatan perlu diperhatikan pada penutupan itu adalah sebagai berikut:
a) Mengambil kesimpulan dari semua pelajaran yang telah diberikan, dilakukan oleh peserta didik di bawah bimbingan guru.
b) Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menanggapi materi pelajaran yang telah diberikan terutama mengenai hubungan dengan pelajaran lain.
c) Melaksanakan penilaian secara komprehensif untuk mengukur perubahan tingkah laku.
Dalam memberikan suatu ceramah seharusnya menggunakan gaya percakapan yang antusias, dan ceramah juga harus disampaikan dengan suara yang cukup nyaring. Banyak guru yang berbicara terlalu lemah, sehingga kelas gaduh. Hal ini dapat menimbulkan frustasi pada siswa yang tidak pandai menangkap arti kata-kata yang di ucapkan oleh guru.
Bahaya lain yang tersembunyi yaitu kecenderungan guru-guru yang biasa menggunakan bahasa yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu. Ini sering dilakukan untuk menunjukan bahwa mereka cerdas, berpendidikan tinggi. Padahal sebenarnya sebagian besar dari mereka tidak memahaminya. Seharusnya jika ingin menggunakan kata-kata baru, terlebih dahulu seorang guru harus memberikan definisinya.
Teknik lain yaitu menggunakan gerakan badan, karena banyak guru dalam pelaksanaan mengajar hanya terpaku di mejanya. Mereka tidak pernah berjalan-jalan diantara tempat duduk siswanya. Penceramah seharusnya bebas bergerak, dengan demikian, ia dapat menarik perhatian siswa-siswanya (seperti sasaran yang bergerak), disamping dapat juga mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh siswa-siswanya.
Selanjutnya, begitu memulai pelajaran tataplah muka para siswa adakanlah kontak mata, mereka akan lebih tertarik bila melihat gurunya memberikan perhatian kepada mereka. Selain itu perlu juga dihindarkan kebiasaan-kebiasaan bicara yang kiranya dapat mengganggu mereka. Karena bila digunakan secara berlebihan sudah pasti sangat merugikan. Nada suara yang monoton pun dapat membelokan perhatian terhadap materi pelajaran.


BAB III
KESIMPULAN
Metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak disunakan, hal ini mungkin dianggap oleh guru sebagai metode mengajar yang paling mudah dilakasanakan. Kalau bahan pelajarana dikuasai dan sudah ditentukan urutan penyampaiannya, guru tinggal menyajikan didepan kelas. Siswa-siswa memperhatikan guru berbicara, mencoba menangkap apa isinya dan membuat catatan.
Langkah-langkah penerapan metode ceramah:
a.       Langkah Persiapan
b.      Langkah Penyajian
c.       Langkah Generalisasi
d.      Langkah Aplikasi Penggunan


DAFTAR PUSTAKA
Suryono, dkk, Teknik Belajar Mengajar Dalam CBSA, (Cet. I;Jakarta: Rineka Cipta, 1992), h. 99
Roeestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), h. 137
Team Didaktik Metodik, Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM, (Cet. V; Jakarta: PT. Grafindo Persada, 1995), h. 39
Erman Suherman, dkk, op cit, h. 201
Erman Suherman, dkk, op cit, h.202
Ibid


0 komentar:

Posting Komentar