MAKALAH
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
METODE
CERAMAH

DISUSUN
OLEH:
NAMA : SAADAH
NIM : 1607061302
KELAS : D7
DOSEN
P. : DWI CAHYADI WIBOWO, M.PD
PRODI : PGSD
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSADA
KHATULISTIWA
SINTANG
2017/2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................. i
Daftar Isi.................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................... 1
1.1 Latar
Belakang ................................................................................................... 1
1.2 Rumus
Masalah................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 2
2.1
Apa Pengertian Metode Ceramah....................................................................... 2
2.2
Apa Kelebihan dan Kekurangan Metode Ceramah.............................................. 3
2.3
Bagaimana Pelaksanaan Metode Ceramah........................................................... 4
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 7
Kesimpulan............................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 8
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Agar tujuan dalam
prosesbelajar mengajar dapat tercapai secara efektif dan efisien kemampuan
seorang pendidik dalam menguasai materi saja tidaklah mencukupi. Disamping
penguasaan materi, seorang pendidik juga harus memiliki kemampuan untuk
mengelolah proses belajar mengajar dengan baik, yaitu melalui berbagai teknik
atau metode penyampaian materi yang terdapat dalam proses belajar mengajar
sesuai dengan materi yang diajarkan dan kemampuan anak didik yang menerima
materi.
Sebagaimana kita tahu,
bahwa metode mengajar merupakan sasaran interaksi antara guru dengan siswa
dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, yang perlu diperhatikan
adalah ketepatan sebuah metode mengajar yang dipilih dengan tujuan, jenis dan
sifat materi pelajaran, serta kemampuan guru dalam memahami dan melaksanakan
metode tersebut. Guru hendaknya cermat dalam milih dan menggunakan metode
mengajar terutama yang banyak melibatkan siswa secara aktif. Belajar mengajar
merupakan kegiatan yang komplek. Oleh karenanya, maka hampir tidak mungkin
untuk menunjukkan dan menyimpulkan bahwa suatu metode belajar mengajar tertentu
lebih unggul dari pada metode belajar mengajar yang lain dalam usaha mencapai
tujuan pembelajaran.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa Pengertian Metode Ceramah?
2.
Apa Kelebihan dan Kekurangan Metode
Ceramah?
3.
Bagaimana Pelaksanaan Metode Ceramah?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Metode
Ceramah
Istilah metode berasal dari dua kata yaitu mata dan
hodos. Mata berarti “Melalui” dan hodos berarti “Cara”. Dengan demikian, metode
dapat berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.
Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa Metode adalah suatu sarana untuk
menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin
tersebut.
Ceramah merupakan salah satu metode mengajar yang paling
banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode ceramah ini dilakukan dengan
cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara langsung atau
dengan cara lisan. Penggunaan metode ini sifatnya sangat praktis dan efisien
bagi pemberian pengajaran dan bahannya banyak dan mempunyai banyak peserta
didik. Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan telah
lama dijalankan dalam sejarah pendidik, oleh karena itu metode ini boleh
dikatakan sebagai metode pengajaran tradisional karena sejak dulu metode ini
digunakan sebagai alat komunikasi guru dalam menyampaikan materi pelajaran.
Metode ini sejak dulu digunakan dalam mengembangkan dan mendakwakan agama Islam
baik Nabi Muhammad SAW maupun para sahabat-sahabatnya.
Untuk
mendapatkan gambaran yang jelas tentang pengertian metode ceramah, dapat kita
lihat beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu:
*Menurut Suryono
Metode ceramah adalah penuturan atau penjelasan guru
secara lisan, dimana dalam pelaksanaanya guru dapat menggunakan alat bantu
mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada murid-muridnya.
*Menurut Roestiyah N.K
Metode ceramah adalah suatu cara mengajar yang digunakan
untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok
persoalan serta masalah secara lisan.
*Menurut Team Didaktik
Metodik
Metode ceramah adalah penerangan dan penuturan secara
lisan oleh guru terhadap kelas.
2.2.
Kelebihan & Kekurangan Metode Ceramah dalam Pembelajar
**
Kelebihan Metode Ceramah
1.
dapat menampung kelas besar, tiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan,
dan karenanya biaya yang diperlukan menjadi relatif lebih murah.
2. konsep yang disajikan secara hirarki
akan memberikan fasilitas belajar kepada siswa.
3. guru dapat memberi tekanan terhadap
hal-hal yang penting hingga waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin.
4. kekurangan atau tidak adanya buku
pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat pelaksananya pelajaran
dengan ceramah.
**
Kekurangan Metode Ceramah
1.
Pelajaran berjalan membosankan dan
siswa-siswa menjadi pasif, karena tidak berkesempatan untuk menemukan sendiri
oleh konsep yang diajarkan. Siswa hanya aktif membuat catatan saja.
2.
Kepadatan konsep-konsep yang diberikan
dapat berakibat siswa tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
3.
Pengetahuan yang diperoleh melalui ceramah
lebih cepat terlupakan.
4.
Ceramah menyebabkan belajar siswa
menjadi “Belajar Menghafal” yang tidak mengakibatkan timbulnya pengertian.
Salah
satu peran penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah guru atau pendidik
tugas guru adalah melihat apakah berbagai pengaruh yang ada disekeliling siswa
telah dipilih dan diatur agar dapat mendorong timbulnya minat belajar
dikalangan anak didik. Untuk bidang studi matematika, guru diminta agar tidak
mendominasi kelas dan pengajaran supaya berpusat kepada anak atau siswa.
Sebenarnya dalam penggunaan metode
ceramah pada proses belajar mengajar adalah metodeyang sangat baik, dengan
memperhatikan isyarat yang dikemukakan oleh Iman Al Gazali dalam M. Athiyah Al
Abrasyi Dasar-Dasar Pokok Pendidikan
Islam.
Seorang
guru membatasi dirinya dalam berbicara dengan anak-anak sesuai dengan daya
pengertiannya, jangan diberikan kepadanya sesuatu yang tidak dapat ditangkap
oleh akalnya karena akibatnya ia akan lari dari pelajaran atau akalnya
memberontak terhadapnya.
Isyarat
tersebut di atas harus diperhatikan oleh seorang guru didalam memberikan
pelajaran, karena ketika guru memberikan pelajaran yang tidak sesuai dengan
materi pelajaran yang diterimanya atau tingkat kecerdasannya maka akan sangat
fatal akibatnya anak bahkan akan menimbulkan trauma bagi anak. Olehnya itu
didalam menyajikan suatu pelajaran bagi guru hendaknya sesuai dengan materi
pelajaran yang diajarkan dan sesuai dengan tingkat pola pikir anak didik.
2.3. Pelaksanaan
Metode Ceramah
Penerapan metode ceramah merupakan cara mengajar yang
paling tradisional dan tidak asing lagi dan telah lama dijalankan dalam sejarah
pendidikan. Cara ini kadang membosankan, maka dalam pelaksanaannya memerlukan
keterampilan tertentu, agar penyajiannya tidak membosankan dan dapat menarik
perhatian siswa. Namun kita masih mengakui bahwa metode ceramah ini tetap
penting dengan tujuan, agar siswa mendapatkan informasi tentang suatu pokok
atau persoalan tertentu.
·
Bahan pelajaran yang akan disampaikan
cukup banyak sementara waktu yang tersedia sangat terbatas.
·
Guru seorang pembicara yang baik yang
memikat serta antusias.
·
Guru akan merangkum pokok penting
pelajaran yang telah dipelajari, sehingga siswa diharapkan bisa memahami dan
mengerti secara menyeluruh.
·
Guru memperkenalkan pokok pelajaran yang
baru dan menghubungkannya terhadap pelajaran yang telah lalu (Asosiasi).
·
Jumlah siswa terlalu banyak sehingga
bahan pelajaran sulit disampaikan melalui metode ini.
* Langkah-langkah
metode ceramah
Langkah-langkah
yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan metode ceramah adalah sebagai
berikut:
a.Langkah Persiapan
Persiapan yang dimaksud
disini adalah menjelaskan kepada siswa tentang tujuan pelajaran dan pokokpokok
masalah yang akan dibahas dalam pelajaran tersebut. Disamping itu, guru
memperbanyakbahan appersepsi untuk membantu mereka memahami pelajaran yang akan
disajikan .
b. Langkah Penyajian
Pada tahap ini guru
menyajikan bahan yang berkenaan dengan pokok-pokok masalah.
c. Langkah Generalisasi
Dalam hal ini unsur
yang sama dan berlainan dihimpun untuk mendapat kesimpulan-kesimpulan mengenai
pokok-pokok masalah.
d. Langkah Aplikasi
Penggunan
Pada langkah ini
kesimpulan yang diperoleh digunakan dalam berbagai situasi sehingga nyata makna
kesimpulan itu. Namun perlu diketahui juga bahwa untuk menggunakan metode
ceramah secara murni itu sukar, maka dalam pelaksanaanya perlu menaruh
perhatian untuk mengkombinasikan dengan teknik-teknik penyajian lain sehingga
proses belajar mengajar yang dilaksanakan dapat berlangsung dengan intensif.
*
Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan oleh Guru dalam Menerapkan Metode Ceramah
Dalam kehidupan
sehari-hari di sekolah metode ceramah paling populer dikalangan para pendidik.
Sebelum metode lain yang dipakai untuk mengajar, metode ceramah yang paling
dulu digunakan, hanya bagaimana menggunakan metode ceramah yang efektif dan
efisien. Oleh karena itu disarankan agar para pendidik dapat mengikuti
langkah-langkah penggunaan metode ceramah di bawah ini:
1. Melakukan
pendahuluan sebelum bahan baru diberikan dengan cara sebagai berikut:
a) Menjelaskan tujuan
lebih dulu kepada peserta didik dengan maksud agar peserta didik mengetahui
arah kegiatannya dalam belajar, bahkan tujuan itu dapat membangkitkan motivasi
belajar jika bertalian dengan kebutuhan mereka.
b) Setelah itu baru
dikemukakan pokok-pokok materi yang akan dibahas. Hal ini dimaksudkan agar
peserta didik melihat luasnya bahan pelajaran yang akan dipelajarinya.
c) Memancing pengalaman
peserta didik yang cocok dengan materi yang akan dipelajarinya. Caranya ialah
dengan pertanyaan-pertanyaan yang menarik perhatian mereka.
2. Menyajikan bahan
baru dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:
a) Perhatian peserta
didik dari awal sampai akhir pelajaran harus tetap terpelihara. Semangat
mengajar memberi bantuan sepenuhnya dalam memelihara perhatian peserta didik
kepada pelajarannya.
b) Menyajikan pelajaran
secara sistematis, tidak berbelit-belit dan tidak meloncat-loncat.
c) Kegiatan belajar
mengajar diciptakan secara variatif, jangan membiarkan peserta didik hanya
duduk dan mendengarkan, tetapi berilah kesempatan untuk berpikir dan berbuat.
Misalnya pelatihan mengerjakan tugas, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, atau
melihat peragaan.
d) Memberi ulangan
pelajaran kepada response, jawaban yang salah dan benar perlu ditanggapi
sebaik-baiknya.
e) Membangkitkan
motivasi belajar secara terus menerus selama perjalanan berlangsung. Motivasi
belajar akan selalu tumbuh jika sesuatu belajar menyenangkan.
f) Menggunakan media
pelajaran yang variatif, yang sesuai dengan tujuan pelajaran.
3. Menutup pelajaran
pada akhir pelajaran. Kegiatan perlu diperhatikan pada penutupan itu adalah
sebagai berikut:
a) Mengambil kesimpulan
dari semua pelajaran yang telah diberikan, dilakukan oleh peserta didik di
bawah bimbingan guru.
b) Memberikan
kesempatan pada peserta didik untuk menanggapi materi pelajaran yang telah
diberikan terutama mengenai hubungan dengan pelajaran lain.
c) Melaksanakan
penilaian secara komprehensif untuk mengukur perubahan tingkah laku.
Dalam memberikan suatu
ceramah seharusnya menggunakan gaya percakapan yang antusias, dan ceramah juga
harus disampaikan dengan suara yang cukup nyaring. Banyak guru yang berbicara
terlalu lemah, sehingga kelas gaduh. Hal ini dapat menimbulkan frustasi pada
siswa yang tidak pandai menangkap arti kata-kata yang di ucapkan oleh guru.
Bahaya lain yang
tersembunyi yaitu kecenderungan guru-guru yang biasa menggunakan bahasa yang
hanya dipahami oleh kalangan tertentu. Ini sering dilakukan untuk menunjukan
bahwa mereka cerdas, berpendidikan tinggi. Padahal sebenarnya sebagian besar
dari mereka tidak memahaminya. Seharusnya jika ingin menggunakan kata-kata
baru, terlebih dahulu seorang guru harus memberikan definisinya.
Teknik lain yaitu
menggunakan gerakan badan, karena banyak guru dalam pelaksanaan mengajar hanya
terpaku di mejanya. Mereka tidak pernah berjalan-jalan diantara tempat duduk
siswanya. Penceramah seharusnya bebas bergerak, dengan demikian, ia dapat
menarik perhatian siswa-siswanya (seperti sasaran yang bergerak), disamping
dapat juga mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh siswa-siswanya.
Selanjutnya, begitu
memulai pelajaran tataplah muka para siswa adakanlah kontak mata, mereka akan
lebih tertarik bila melihat gurunya memberikan perhatian kepada mereka. Selain
itu perlu juga dihindarkan kebiasaan-kebiasaan bicara yang kiranya dapat
mengganggu mereka. Karena bila digunakan secara berlebihan sudah pasti sangat
merugikan. Nada suara yang monoton pun dapat membelokan perhatian terhadap
materi pelajaran.
BAB
III
KESIMPULAN
Metode
ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak disunakan, hal ini mungkin
dianggap oleh guru sebagai metode mengajar yang paling mudah dilakasanakan.
Kalau bahan pelajarana dikuasai dan sudah ditentukan urutan penyampaiannya,
guru tinggal menyajikan didepan kelas. Siswa-siswa memperhatikan guru
berbicara, mencoba menangkap apa isinya dan membuat catatan.
Langkah-langkah
penerapan metode ceramah:
a.
Langkah Persiapan
b.
Langkah Penyajian
c.
Langkah Generalisasi
d.
Langkah Aplikasi Penggunan
DAFTAR
PUSTAKA
Suryono, dkk, Teknik Belajar Mengajar Dalam CBSA, (Cet.
I;Jakarta: Rineka Cipta, 1992), h. 99
Roeestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2001), h. 137
Team Didaktik Metodik, Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM, (Cet.
V; Jakarta: PT. Grafindo Persada, 1995), h. 39
Erman Suherman, dkk, op cit, h. 201
Erman Suherman, dkk, op cit, h.202
Ibid